Kharisma Woman & Education turut mendukung keberlangsungan Qur’an Camp 2026 Mannheim. Terselenggara pada Sabtu dan Ahad, 4-5 April 2026 silam, tak kurang dari 170 peserta hadir memenuhi ruang seminar DJH Jugendherberge Mannheim International.
Peserta berasal dari berbagai kota dan Bundesland di Jerman. Bahkan juga dari negara-negara sekitar seperti Belanda, Swiss, hingga Finlandia.
Qur’an Camp kali ini merupakan agenda tahunan ke-4 setelah sebelumnya terlaksana di Frankfurt pada 2023, Hannover tahun 2024, dan Duisburg pada 2025. Selain bertujuan menjalin silaturahmi, tentunya Qur’an Camp hadir untuk memfasilitasi para peserta agar semakin bersemangat mempelajari Al-Qur’an serta mengamalkannya.
Tahun ini, Qur’an Camp tidak hanya dibuka untuk muslimah, tetapi juga untuk muslim (laki-laki). Pematerinya pun semakin beragam. Di samping Ustaz Hartanto Saryono, LC, Al-Hafizh, founder dari Rumah Tajwid, turut hadir pula Ustazah Edvarina Edwar yang diterbangkan langsung dari Amerika, dan pasangan Konselor Keluarga dari Yogyakarta, Ustaz Cahyadi Takariawan, S.Si, Apt, beserta istri, Ustazah Ida Nur Laila, S.Si, Apt.
Sebagaimana acara pada tahun-tahun sebelumnya, Kharisma kembali ambil bagian dalam mengisi berbagai games dan ice breaking. Selepas pembukaan, tim Kharisma memimpin game perkenalan dengan membagi kelompok sesuai warna gelang yang diperoleh peserta saat registrasi. Permainan berlangsung seru, dan tentunya bertabur hadiah. Kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama sesuai domisili peserta yang dibagi dalam 9 grup.
Sambil menunggu waktu Zuhur, peserta dipersilakan untuk menikmati makan siang buffet alias prasmanan. Menu yang disiapkan cukup lengkap di setiap waktu makannya, meliputi appetizer, main course, dan dessert. Minuman juga cukup bervariasi, mulai dari air mineral, air soda, jus, juga minuman hangat. Agar tidak terlalu padat antreannya, panitia membagi giliran makan juga berdasarkan warna gelang.
Peserta dapat melakukan sholat berjamaah di ruangan yang disediakan. Sebab keterbatasan area, sholat berjamaah dibagi dalam dua kloter.
Sesudah ishoma, barulah materi pertama diberikan. Ustaz Hartanto menyampaikan poin-poin dalam QS Al-Furqan ayat 63-73 dengan apik dan interaktif, sesuai dengan tema Unlocking Happiness: 11 Pilar Keluarga Tangguh dalam Pandangan Al-Qur’an yang menjadi topik utama. Tak ketinggalan, Human Initiative Europe menyampaikan presentasi selipan mengenai program terbaru mendukung pemulihan banjir Sumatra yang sekaligus selaras dengan ciri Ibadurrahman yang sedang dibahas.
Sebelum berlanjut ke materi kedua, peserta yang menginap di DJH dipersilakan untuk check in sesuai pembagian kamar yang disepakati. Namun, waktunya tidak lama.
Pak Cah dan Bu Ida, demikian keduanya akrab disapa, siap berkolaborasi membagikan ilmu dan pengalamannya. Secara bergantian, beliau berdua menyampaikan implementasi Ibadurrahman dalam keluarga dengan sangat menarik. Pak Cah juga sempat mengajarkan Tepuk Sakinah yang rupanya erat berkaitan dengan pilar bahasan, sehingga segera dikuasai para peserta.
Waktu bergulir tanpa terasa. Saatnya para peserta menikmati hidangan makan malam, sebelum lanjut ke materi terakhir di hari pertama.
Materi ketiga hadir dalam format yang tak kalah istimewa. Peserta dibagi sesuai gender. Laki-laki berdiskusi bersama Pak Cah dan Ustaz Hartanto. Perempuan bersama Bu Ida dan Ustazah Rina. Dua jam berlangsung tanya-jawab yang kaya makna.
Matahari sudah lama terbenam, saatnya menunaikan hak badan untuk istirahat. Tidak lagi ada tugas kelompok seperti sebelumnya, namun peserta diberi tantangan mengisi waktu dengan tilawah Al-Qur’an, dan ada apresiasi untuk yang berhasil membaca paling banyak.
Keesokan harinya di hari kedua, peserta yang menginap di DJH sudah bisa memulai sarapan sejak pukul 7. Bagi yang menginap di tempat lain, dipersilakan hadir mulai pukul 8 dalam kondisi sudah makan pagi. Panitia, dalam hal ini dikelola oleh tim Kharisma, telah menyiapkan aktivitas outdoor yang seru dan pastinya berlimpah hadiah.
Cuaca pagi itu cukup cerah dan sejuk. Banyak peserta ikut mengambil gambar berlatar belakang sungai Rhein nan indah.
Masih ada satu sesi materi lagi hari itu. Setelah checkout kamar, peserta kembali berkumpul di ruang seminar, sambil menanti snack pagi yang tengah disiapkan. Mbak Resty, PJ Seminar Kharisma, memandu jalannya quiz di platform Kahoot! untuk mencari 3 pemenang.
Pada materi keempat, Ustaz Hartanto, Pak Cah, dan Bu Ida duduk bersama. Pembahasan semakin lengkap dengan kajian QS Al-Furqan ayat 74.
Sesi tanya-jawab dari materi Tabligh Akbar saat itu harus dijeda makan siang dan sholat. Kali ini para peserta sudah lebih canggih dan menguasai lokasi. Alih-alih diam menunggu giliran, peserta mengunjungi booth yang tersedia untuk berbelanja atau berfoto bersama. Antrean panjang jadi tidak terlalu terasa.
Suasana kembali kondusif begitu para peserta kembali ke ruangan seminar. Ilmu-ilmu yang dibagikan tidak hanya mencerahkan, tetapi juga sangat mungkin untuk segera dipraktikkan.
“Mannheim 2026, pertama kalinya ikut Qur’an Camp. Banyak hadiahnya buat peserta, games-nya menarik. Dan tentunya dapat banyak ilmu yang salah satunya langsung diterapin setelah selesai acara. Alhamdulillaah bisa ikut, semoga tahun depan bisa ikut lagi,” ujar Natasha, peserta dari Trier, Jerman.
“Buat saya, QC26 merupakan aktivitas tahunan yang tak ingin kulewatkan! Suasananya membuat mood meningkat. Walau capek traveling, tapi lekas sirna karena semangat menyala untuk semakin dekat dengan Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW,” ungkap Nana dari Belanda.
“Setiap materi dari pembicara bermanfaat, penuh hikmah. Di Qur’an Camp juga bertemu teman-teman sefrekuensi. Jadi belajar banyak, ada keteladanan adab dan akhlak sehari-hari yang cuma bisa didapat dari pertemuan plus menginap bareng seperti ini,” tutur Asma, peserta terjauh dari Finlandia.
Alhamdulillah, suksesnya acara ini tidak lepas dari izin Allah, kegigihan 27 orang panitia tangguh yang bersiap sejak setahun sebelumnya, juga kontribusi para sponsor. Turut mendukung di antaranya: Masjid Indonesia Frankfurt e.V., IWKZ e.V., Verein Percikan Iman, Muslim Ruhr, IIC Hamburg, Warung Klambi Limburg, Indomarkt, Waroeng REDI, serta Umra Tour.
“Nantikan QC tahun depan, dan jangan ketinggalan untuk daftar, insyaAllah bermanfaat,” pesan pamungkas Merdinasari, selaku ketua panitia. Mungkin di Berlin atau Baden-Württemberg yang paling banyak hadirinnya tahun ini?
Semoga Allah mudahkan Yayasan Rumah Tajwid Indonesia beserta Human Initiative Europe untuk senantiasa bekerja sama menyelenggarakan agenda yang sangat bermanfaat bagi muslim dan muslimah diaspora Indonesia di Jerman dan sekitarnya, serta Kharisma Woman & Education dapat berpartisipasi secara positif.
Liputan oleh: Halida – Braunschweig, Jerman

No responses yet