Resume & Rekaman PRA SEMINAR Pelatihan Pengasuhan Anak dan Remaja Kharisma 7 Okt. 2014

Pada tanggal 8 Oktober 2014, Kharisma menyelenggarakan Seminar Online sekaligus Pra Seminar menyambut rangkaian Pelatihan Pengasuhan Anak & Remaja Kharisma yang akan diadakan di beberapa kota di Jerman dan Swiss tanggal 17 Oktober – 2 November 2014.
Berikut ini ringkasan Pra Seminar tersebut dan dengarkan juga rekaman lengkap siaran tersebut melalui link di artikel ini!
————
Pertanyaan paling sering, “bagaimana menjadi orang tua yang tidak emosian? Kenapa masih sulit menahan emosi padahal anak-anak masih pada masa belajar”
Mengatasi emosi negatif orang tua pada anak
Pembicara: Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari
via : radiopengajian.com
Pertanyaan pertama, apa yang membuat kita/orang tua emosi pada anak?
Ada dua sebab besar, yaitu pertama ada masalah dengan kejiwaan / emosi dan yang kedua ada masalah kompetensi pada orang tua, kurangnya kompetensi kita sebagai orang tua dalam menghadapi berbagai perilaku anak-anak.
Masalah kejiwaan biasanya muncul akibat trauma masa lalu saat kita (orang tua) sebagai anak-anak. Kebanyakan orang tua (survey abah : 80% orang tua) emosian pada anak, lebih karena sebab yang kedua, yaitu kurangnya kompetensi kita sebagai orang tua dalam menghadapi perilaku anak. Penyebab kurangnya kompetensi orang tua ada 2 hal, yang pertama yaitu gagal atau kurangnya memahami anak, bagaimana anak tumbuh dan berkembang. Kita sebagai orang tua banyak menuntun anak yang tidak sesuai dengan kondisi dan usia anak. Sebab kedua
Contoh Perilaku buruk anak yang membuat orang tua emosi :
- Lelet di pagi hari
- males mandi, malas makan, dll
- Kecanduan tv, games & internet
- Rewel karna salah pengasuhan (bukan rewel karna sakit, dll)
- Konsumi mainan
- Tidak bertanggung jawab (tidak menaruh barang/mainan di tempatnya kembali)
- Melawan orang tua
Orang tua yang tidak terampil dalam menghadapi perilaku-perilaku tsb akan mengandalkan senjata kata-kata (banyak bicara), dan ini pada umumnya membuat orang tua emosi dan memancing kekerasan.
Q : Jika anak sudah dinasihati berkali-kali untuk melakukan sesuatu, masih tidak melakukannya..orang tua akan marah. Bagaimana menghadapinya?
A : Ketika anak berbuat baik, sebaiknya orang tua lebih banyak berbicara
Ketika anak berbuat buruk, sebaiknya orang tua lebih banyak bertindak daripada banyak berbicara
Q : Bagaimana menghadapi anak nangis?
A : Nangis yang boleh dihentikan yaitu nangis karna anak tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, mencari perhatian agar orang tua luluh dan mengikuti keinginannya. Tapi, nangis anak yang tidak boleh dihentikan yaitu ketika anak nangis karena hal alami, lapar, sakit, dll.
Q : Menghadapi anak yang kritis?
A : Semakin anak banyak bertanya, semakin anak mendekat ke kebenaran. Jadi, ketika waktunya tepat, sebaiknya jawab pertanyaan anak dengan bijak.
Q : Membatasi anak sebaiknya dilakukan saat anak pada usia berapa?
A : Bisa dimulai saat anak sudah mulai berbicara. Semakin kecil anak, semakin sedikit batasan untuk anak
Q : Bisakah pola didik untuk anak diperbaiki ketika anak sudah mencapai usia 11 tahun?
A : Merubah anak berusia 11 tahun memang pastinya lebih sulit daripada merubah anak usia 5 tahun. Jika kita mau anak berubah, ubah terlebih dahulu akhlak kita sebagai orang tua dengan belajar.
Ingin tahu lebih lanjut ? Mari dengarkan rekaman lengkap dari Pra Seminar ini, melalui link berikut:
ATAU melalui player berikut ini: