Kharisma

Browse By

Awal Pembentukan Sel Telur

Sel telur atau ovum merupakan bagian terpenting di dalam indung telur atau ovarium pada wanita. Setiap bulan satu ovum dilepaskan oleh indung telur melalui peristiwa yang disebut ovulasi. Seperti yang sudah sahabat tahu,
sel telur adalah separuh dari cikal bakal embrio yang nantinya akan menjadi janin di dalam rahim. Namun sebelum terjadinya proses ovulasi dan pembuahan, perjalanan sel telur dari awalnya dorman hingga menjadi sel yang dapat dibuahi sangatlah panjang. Mari kita simak bersama perjalanan fisiologis sel telur pada artikel kali ini.

Sel telur berada di dalam indung telur atau ovarium. Indung telur tersebut berada di rongga panggul atau pelvis. Ovarium berbentuk oval dan pada wanita dewasa berukuran sekitar 4 cm x 3 cm x 2 cm.
1

Letak dan gambaran potongan melintang ovarium
Sumber gambar: id.wikipedia.org dan www.repropedia.org

Pada gambar sebelah kiri di atas, dapat kita lihat posisi anatomis dari saluran reproduksi wanita. Ovarium berhubungan dengan tuba fallopi melalui bagian dari tuba yang menyerupai jemari yang disebut fimbria. Sedangkan gambar sebelah kanan menunjukkan gambaran potongan penampang melintang dari ovarium. Di dalam ovarium terdapat satuan atau unit yang disebut dengan folikel. Folikel terdiri dari oosit (ovum yang imatur) yang dikelilingi oleh sel yang disebut sel granulosa. Jika fungsi sel telur adalah pada proses reproduksi, maka sel granulosa fungsinya adalah menghasilkan hormon steroid untuk menopang perkembangan sel telur.

Awal pembentukan folikel dimulai pada ovarium janin yang berusia sekitar 16 minggu di dalam kandungan. Folikel dorman masih berukuran sangat kecil yaitu sekitar 40 mikrometer dan disebut dengan folikel primordial yang ditandai dengan oosit dikelilingi oleh selapis sel granulosa yang berbentuk pipih. Jumlah folikel primodial terus bertambah hingga pertengahan usia kehamilan dan mencapai puncaknya pada angka sekitar 7 juta folikel primordial. Beberapa saat sebelum bayi tersebut lahir, jumlah folikel primordial pun mulai mengalami penurunan yang dikarenakan proses apoptosis (kematian sel). Saat bayi lahir, jumlah folikel primordial pada ovarium bayi adalah tinggal sekitar ratusan ribu hingga satu juta saja. Kemudian jumlah folikel primordial akan terus menurun dengan bertambahnya usia.

2
Skema dinamika jumlah folikel primordial terhadap usia seorang wanita.
Sumber gambar: Sherman Silber. Treating Infertility. 2006 (gambar disadur dari Te Velde et al., 1998)
Di antara folikel-folikel primordial yang bertahan tersebut, beberapa folikel primordial tentunya akan melanjutkan perkembangannya. Setiap bulan, kurang lebih ada sebanyak 30 primordial folikel yang akan melanjutkan perkembangan menuju ovulasi. Di antara folikel-folikel tersebut, banyak yang mengalami proses apoptosis sehingga hanya satu yang berhasil berovulasi setiap bulannya. Perkembangan folikel ini dipengaruhi oleh proses umpan balik beberapa hormon seperti Follicle Stimulating Hormone (FSH), Luteinizing Hormone (LH), estrogen dan progesteron.
3
Tahapan perkembangan folikel pada ovarium manusia
Sumber gambar: dengan modifikasi dari Li et al., 2013

Sebagai folikel primordial yang berhasil bertahan, folikel berkembang menjadi ukuran yang lebih besar dan perubahan pada sel granulosa yang mengelilingi menjadi berbentuk kubus. Pada tahapan ini folikel disebut folikel primer. Tahapan selanjutnya adalah semakin bertambahnya ukuran oosit yaitu sekitar 200 mikrometer dengan lebih dari satu lapis sel granulosa yang mengelilingi. Tahapan ini disebut folikel sekunder. Waktu yang dibutuhkan untuk perkembangan folikel primordial menuju folikel sekunder adalah sekitar 120 hari. Kemudian folikel akan semakin besar dan mulai memiliki rongga yang berisi cairan nutrisi untuk perkembangan yang disebut antrum. Terbentuknya antrum ini merupakan tanda bahwa perkembangan folikel sudah mulai memasuki kematangan. Selain terbentuknya antrum, pada folikel antral terdapat pula sel baru di luar sel granulosa yang disebut dengan sel teka. Sel teka berperan penting dalam menghasilkan substrat androgen yang dibutuhkan dalam sintesis atau pembentukan estrogen. Folikel dalam bentuk antral ini akan berkembang selama 85 hari untuk menjadi folikel yang siap ovulasi.

Kemudian lepaslah oosit sebagai ovum atau sel telur yang siap untuk dibuahi.
4

Gambar proses ovulasi sel telur yang telah matang.
Sumber gambar: dengan modifikasi dari www.tryingtoconceive.com/ovulation

Setelah proses ovulasi terjadi, ovum akan terambil oleh fimbria dan akan berjalan sepanjang tuba fallopi. Jika pembuahan oleh sperma terjadi, maka proses fertilisasi akan berlangsung pada bagian berdiameter terbesar dari tuba fallopi yang disebut dengan ampulla tuba. Zigot yang terbentuk kemudian akan terus ditransportasikan ke rahim yang sudah siap untuk tempat menempelnya zigot hingga akhir masa kehamilan. Namun apabila tidak ada sperma untuk proses pembuahan, maka rahim yang telah siap untuk menerima penempelan zigot tadi akan meluruhkan pembuluh darahnya sehingga terjadilah proses menstruasi

Dapat disimpulkan bahwa pembentukan sel telur sudah dimulai saat oosit masih berupa folikel yang dorman pada saat janin perempuan masih berada di dalam rahim.

Artikel ini telah diterbitkan di Majalah 1000 Guru, Rubrik Biologi, edisi Juni 2014 dengan judul “Kisah Sel Telur”

Sumber:
1. Donnez, J., and Dolmans, M.M. Fertility Preservation in Women. Nature Reviews 2013.
2. Li, R., and Albertini, D. The road to maturation: somatic cell interaction and self-organization of the mammalian oocyte. Nature Reviews 2013.
3. Silber, S. Treating Infertiity. Infertility Centre of St.Louis 2006.
4. Wallace, W.H.B., and Kelsey, T.W. Human Ovarian Reserve from Conception to the Menopause. Plos One 2010.
5. www.repropedia.org

Oleh: Sarrah Ayuandari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *