Kharisma

Browse By

Tag Archives: pendidikan anak

Design ohne Titel

Helicopter Parenting, apa itu?

Orang tua, dengan segala kasih sayangnya selalu menginginkan semua yang terbaik bagi buah hatinya. Tidak jarang niat baik orang tua memberikan perhatian kepada anaknya menjadi berlebihan. Ibarat helikopter, orang tua akan terus ‘terbang’ mengelilingi anaknya dan memantau setiap apa yang dilakukan anaknya.

parenting

Agar Bisa Bahagia di Surga Bersama Seluruh Anggota Keluarga 

Orang dulu mengatakan cintaku sehidup semati. Seakan setelah mati semua urusan selesai. Padahal mestinya masih ada reuni yang lebih indah lagi. Maka pasangan jaman now harus memiliki prinsip selalu mencintai dan tetap bahagia bersama hingga ke surga Allah Ta’ala. Inilah cinta yang hakiki. Allah menggambarkan

anakkomputer

Mencermati Teknologi Informasi: Memaksimalkan Manfaat dan Meminimalisir Dampak Negatif Terhadap Anak”

Resume Seminar Online November 2013
Nara Sumber: Abah Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari
 

Kharisma Woman and Education bekerjasama dengan Radio Pengajian kembali melaksanakan Seminar Online pada hari Rabu, 20 November 2013 lalu. Kali ini tema yang diangkat adalah “Mencermati Teknologi Informasi: Memaksimalkan Manfaat dan Meminimalisir Dampak Negatif Terhadap Anak” dengan narasumber Abah Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari (direktur “Auladi Parenting School”, pengarang buku “Sudahkan Aku Jadi Orangtua Saleh?”)

Ketika kita berbicara mengenai membentengi anak-anak dari dampak negatif teknologi, tentunya tidak bisa dilepaskan dari pola asuh kita sebagai orangtua yang menentukan bagaimana akhlak anak-anak kita. Rasulullah saw. bersabda: “Setiap anak itu dilahirkan dalam keadaan fitrah…..”.

konsultasishallyzarina

Anak dengan Latar Belakang Broken Home

Pertanyaan :

Nama saya Rth saya tinggal di bandung, pekerjaan saya wirausaha. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas layanan konsultasi online ini. Semoga ini menjadi jalan yang baik dan lebih mudah dalam mencari solusi dalam membimbing anak. Saya punya rekan, beliau sudah bercerai dengan istrinya dan dikaruniai 1 anak laki-laki usia kelss 7/SMP. Dia selalu bilang kalau ngobrol dengan anaknya tolong jangan ungkit mamahnya, karena ia selalu sedih bahkan bisa sampai sakit. Tapi saya pikir kalau dididik seperti itu, berharap lingkungan yg memahami, mental anak malah akan menjadi lemah. Padahal dalam kehidupan individu harus menjadi sosok yang kuat, bukan lingkungan yang memahami individu tapi individu yang memahami lingkungan. Kalau saya bilang seperti itu rekan saya selalu menjawab anaknya masih kecil dan belum paham. Malah kalau kata saya ya harus dididik sejak kecil. Yang mau saya tanyakan,
1) Apakah didikan rekan saya itu baik untuk perkembangan psikologis anaknya?
2) Langkah seperti apa yang harus dilakukan ortu dalam mendidik anak dengan latar belakang brokenhome supaya anak menjadi individu yang kuat?
3) Berapa umur yang tepat agar anak bisa diajak berkomunikasi untuk masalah seperti yang saya tulis diatas? Terima kasih atas kesediaannya menjawab saya. (RTH – Bandung)